Good Morning Tuesday,
Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang kawan lama (laki-laki) yang usianya diatas saya 2 atau 3 tahun. Yes, pastinya ada alasan kenapa kita bertemu. Pertama karena dia ingin mengucapkan terima kasih atas support yang sudah diberikan kepadanya. Kedua merayakan dia yang akan memasuki dunia perkuliahan 1 September 2014 nanti. Ketiga karena ada cerita dibalik pertemuan ini.
Well, dia bermasalah memang, dengan mantan istrinya. Manusia mana sih yang tidak tersakiti hatinya ketika mendapati sebuah hal, jikalau pernikahannya yang baru dibangun beberapa bulan harus kandas karena sebuah masalah (biar saya saja yang simpan apa masalahnya). Intinya masalah yang dihadapi adalah masalah yang seharusnya dilalui berdua dengan sang istri. Namun nyatanya, sang istri lebih memilih mengakhiri pernikahan yang baru saja dibangun. Frustasi? Jelas.
Dan malam itu, kita ngobrol di salah satu resto, dikawasan kemang Jaksel. Begitu banyak cerita yang dibaginya kepada saya. Ada perasaan senang dan kecewa sebenarnya malam itu. Kenapa? Saya senang karena dia terlihat lebih baik, lebih ceria dan lebih semangat dari terakhir kali saya melihat dia Januari lalu. Dari sekian banyak cerita yang dibagi, pada akhirnya toh saya melempar sebuah pertanyaan. “Lalu selanjutnya, apa tujuan hidup kamu?”. Well, kecewa luar biasa, karena begini responnya, “Ya gak tau, jalanin aja”.
Kenapa saya kecewa? Karena seharusnya, pria dengan usia yang sudah matang, tidak membiarkan diri untuk hidup tanpa tujuan dan larut dalam 1 kondisi yang demikian. At least dia harus tegas dengan segala sesuatu yang dilakukannya. Mengapa tujuan hidup begitu penting? Karena basic dari segala sesuatu yang kita lakukan, harus didasari dengan yang namanya tujuan. Apalagi ini berkaitan dengan hidup. Yang akan menentukan kemana dan dimana pada akhirnya kita akan berjalan untuk mencari lalu mencapainya.
Alright, tujuan hidup begitu penting bagi saya dan anda semua. Diam dan renungi, apa yang menjadi tujuan hidup anda. Supaya langkah anda jelas dan tertata dengan baik. Tidak ada kata, “Jalani saja”. Karena sepantasnya kata – kata itu diucapkan oleh orang – orang yang (mungkin) tidak memiliki passion untuk menjalani kehidupan. Berani untuk ambil resiko dan tegas terhadap apapun pilihan anda.
Jesus Bless Us forever.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar