Kamis, 25 September 2014

R.A.W

Kalau suatu hari kita menemukan seseorang yang tidak mau disalahkan, padahal nyatanya orang tersebut bersalah dan jelas salah. Namun tidak terima dipersalahkan, malah membuat pembelaan – pembelaan yang bersifat kamuflase. Dan membuat subjek baru.
Ya.. lakukan seperti apa yang saya lakukan hari ini, cukup menjawab dengan tenang “Iya, kamu selalu benar kok, kan kamu gak pernah salah”.
-
Well, punya teman seruangan (dikantor) yang menurut saya sangat bermasalah dengan latar belakang kehidupannya. Saya berusaha mengerti, bahwa dirinya menjadi / memiliki karakter seperti ini sekarang adalah karena memang berangkat dari latar belakang yang pastinya menunjukkan karakternya dia saat ini.
Berasal dari keluarga broken home. Menjadi anak, adik, kakak, menantu dan istri yang tidak dihargai. Suami yang seharusnya menjadi partner atau kawan hidup malah ditakuti. Masih terbelenggu dengan kisah cinta suaminya di masa lalu. Kalau dilihat dan didengar kisah kehidupannya, hmm.. jujur saya pribadi merasa kasihan sih dengan situasi maupun hal – hal yang dilalui dalam kehidupannya.
Cuma, saya akan lebih mengasihani diri saya, kalau saya tidak pernah bertemu orang seperti ini, hari ini. Ditempat ini. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah hidupnya. Pertama, salah satunya adalah ketika terlalu cerewet terhadap pembantu rumah tangganya, yang setiap menit, setiap jam ditelepon. Untuk cek anaknya, untuk packing baju maupun instruksikan membuat jus buah untuk anak – anaknya. Wajar kalau pembantunya ganti – ganti terus. Buat calon ibu yang nanti kedepannya akan memakai jasa pembantu rumah tangga, pelajaran kaya gini penting. Gak perlu terlalu cerewet sama pembantu rumah tangganya. Kalau sudah memutuskan punya pembantu rumah tangga, ya kasih kepercayaan juga sama pembantunya.
Kedua, belajar berdamai dengan diri sendiri dan masa lalu. Kasihan melihat teman seruangan saya masih merasa “benci dan dendam” pada kisah masa lalu suaminya. Seharusnya ketika sudah memutuskan untuk memulai pernikahan dengan sang suami, ya masa lalunya mbok ya diterima dan dimaafkan. Dan tidak perlu membenci orang dimasa lalunya. Sampai sumpah serapah segitunya. Justru seharusnya berterima kasih dengan orang dimasa lalunya karena sudah membuat suaminya mempunyai kepribadian dan karakter yang lebih baik. Justru, dengan calon suami memilih kita untuk dinikahi, itu tandanya kita adalah yang terbaik bagi calon suami dan bukan orang / wanita lain.
Ketiga, kalau seandainya anda adalah seorang ibu bijak. Apa yang akan anda pilih? Menyembuhkan penyakit myoma anda yang sudah parah? Atau uang yang ada dipakai untuk konsultasi ke dokter gizi supaya bisa menurunkan berat badan?
Teman saya pilih menggunakan uangnya untuk konsultasi ke dokter gizi supaya bisa menurunkan berat badan.
Diawal, motivasinya bekerja adalah untuk mengobati penyakitnya karena suaminya tidak mau membiayai pengobatannya. Begitu uang melihat uang di rekening, yang dilakukan adalah pergi ke dokter gizi untuk konsultasi penurunan berat badan.
Silakan dinilai. 

Rabu, 27 Agustus 2014

All Of Me

What would I do without your smart mouth?
Drawing me in, and you kicking me out
You've got my head spinning, no kidding, I can't pin you down
What's going on in that beautiful mind
I'm on your magical mystery ride
And I'm so dizzy, don't know what hit me, but I'll be alright

My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind

'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you, ohoh

How many times do I have to tell you
Even when you're crying you're beautiful too
The world is beating you down, I'm around through every mood
You're my downfall, you're my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can't stop singing, it's ringing, in my head for you

My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind

'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you, ohoh

Give me all of you
Cards on the table, we're both showing hearts
Risking it all, though it's hard

'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you

I give you all of me
And you give me all of you, ohoh



Selasa, 19 Agustus 2014

The Destination of Life

Good Morning Tuesday,

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang kawan lama (laki-laki) yang usianya diatas saya 2 atau 3 tahun. Yes, pastinya ada alasan kenapa kita bertemu. Pertama karena dia ingin mengucapkan terima kasih atas support yang sudah diberikan kepadanya. Kedua merayakan dia yang akan memasuki dunia perkuliahan 1 September 2014 nanti. Ketiga karena ada cerita dibalik pertemuan ini.

Well, dia bermasalah memang, dengan mantan istrinya. Manusia mana sih yang tidak tersakiti hatinya ketika mendapati sebuah hal, jikalau pernikahannya yang baru dibangun beberapa bulan harus kandas karena sebuah masalah (biar saya saja yang simpan apa masalahnya). Intinya masalah yang dihadapi adalah masalah yang seharusnya dilalui berdua dengan sang istri. Namun nyatanya, sang istri lebih memilih mengakhiri pernikahan yang baru saja dibangun. Frustasi? Jelas.

Dan malam itu, kita ngobrol di salah satu resto, dikawasan kemang Jaksel. Begitu banyak cerita yang dibaginya kepada saya. Ada perasaan senang dan kecewa sebenarnya malam itu. Kenapa? Saya senang karena dia terlihat lebih baik, lebih ceria dan lebih semangat dari terakhir kali saya melihat dia Januari lalu. Dari sekian banyak cerita yang dibagi, pada akhirnya toh saya melempar sebuah pertanyaan. “Lalu selanjutnya, apa tujuan hidup kamu?”. Well, kecewa luar biasa, karena begini responnya, “Ya gak tau, jalanin aja”.

Kenapa saya kecewa? Karena seharusnya, pria dengan usia yang sudah matang, tidak membiarkan diri untuk hidup tanpa tujuan dan larut dalam 1 kondisi yang demikian. At least dia harus tegas dengan segala sesuatu yang dilakukannya. Mengapa tujuan hidup begitu penting? Karena basic dari segala sesuatu yang kita lakukan, harus didasari dengan yang namanya tujuan. Apalagi ini berkaitan dengan hidup. Yang akan menentukan kemana dan dimana pada akhirnya kita akan berjalan untuk mencari lalu mencapainya.

Alright, tujuan hidup begitu penting bagi saya dan anda semua. Diam dan renungi, apa yang menjadi tujuan hidup anda. Supaya langkah anda jelas dan tertata dengan baik. Tidak ada kata, “Jalani saja”. Karena sepantasnya kata – kata itu diucapkan oleh orang – orang yang (mungkin) tidak memiliki passion untuk menjalani kehidupan. Berani untuk ambil resiko dan tegas terhadap apapun pilihan anda.

Jesus Bless Us forever.

Rabu, 13 Agustus 2014

Back to Blog

Yeaa. Back to my private blog today. I dont know what i am write to, but i hope i can use my blog to help somebody who read my article here. Happy Wednesday. Jesus Bless all of us.

Terkadang

Ini mengenai perkara baik dalam hidup.

Terkadang banyak manusia yang meminta tanpa mengimani sesuatu yang dimintanya. Faktanya, meminta saja tidak cukup. Butuh usaha keras untuk mendapatkannya. Usaha keras saja pun tidak cukup, anda masih membutuhkan alasan apa yang akan diutarakan kepada yang empunya kuasa.

Terkadang banyak orang yang meminta sesuatu karena ia membutuhkannya. Namun perlu diingat, kebutuhannya untuk kepentingan pribadi atau untuk mengembangkan orang lain, atau setidaknya untuk membantu orang lain.

Terkadang yang kita pikirkan adalah “aku”, sebuah ego didalam diri kita. Mengutamakan mana yang menjadi kebutuhan kita. Tanpa melihat maupun memikirkan pribadi disekitar kita. Cobalah untuk mengubah cara berdoa, mohon kepada yang empunya kuasa bahwa apa yang kita minta adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan orang lain diluar diri kita.

Coba pikirkanlah dan lihat pribadi – pribadi di sekitar anda. Dan jangan berpura – pura menutup mata anda, jika nyatanya anda mampu melihat. Dan jangan berpura – pura anda tidak merasakan empati terhadap sesama anda, karena nyatanya anda dianugerahi sebuah hati untuk merasakan.

“Jika anda memikirkan diri anda, maka Tuhan memikirkan orang lain. Namun jika anda memikirkan orang lain, Tuhan akan memikirkan diri anda”.

Apa yang tujuannya baik, Tuhan akan mendengarkan dan memberikannya kepada anda.
Saya sudah mengalami dua kali, hal seperti ini bersama Tuhan. Karenanya saya membagi hal ini kepada anda.

Jesus always bless all of us.